miho ichiki full menyoroti lonjakan kasus burnout global ketika pola kerja remote yang awalnya dianggap fleksibel justru berbenturan dengan kesehatan mental banyak pekerja. Bekerja dari rumah membuat batas antara ruang pribadi dan pekerjaan semakin kabur, terutama ketika pesan kantor, rapat daring, dan target harian terus mengikuti pekerja hingga di luar jam kerja. Sebagian orang menikmati fleksibilitas, tetapi sebagian lainnya merasa sulit berhenti bekerja karena rumah berubah menjadi kantor tanpa jeda yang jelas. Kondisi ini diperparah oleh tekanan ekonomi, ketidakpastian karier, dan budaya produktivitas yang membuat istirahat terasa seperti kesalahan. Pakar kesehatan mental menilai perusahaan perlu membangun aturan kerja yang lebih manusiawi, termasuk batas komunikasi, evaluasi beban kerja, dan dukungan psikologis. Tanpa perubahan cara kerja, remote work dapat kehilangan sisi positifnya dan berubah menjadi sumber kelelahan yang tidak terlihat.
miho ichiki full Burnout Global Melonjak saat Remote Work Berbenturan dengan Mental Health
Selasa, 05 Mei 2026 16:34 WIB












































